Eyang Subur, Fenomena Guru Spiritual

Beberapa hari belakangan santer terdengar di berbagai media mengenai adanya perseteruan antara para murid dan guru spiritualnya, sebut saja Eyang Subur. Masalah ini terus naik menuju klimaks dengan sampainya laporan para murid ke kepolisian daerah yang membawa masalah ini ke ranah hukum. Apa yang menyebabkan masalah ini mencuat? Berikut logika gila akan berargumen.

Kebutuhan Rohani

Manusia memiliki kebutuhan. Kebutuhan itulah yang memaksa manusia melakukan berbagai hal. Tak terkecuali kebutuhan akan ketenangan batin yang timbul dari sisi rohani. Ketiadaan pemenuhan kebutuhan ini akan membuat seseorang mencari segala hal yang mampu memenuhinya kepada siapa saja yang mampu memberikannya. Ketika ada yang mampu menjanjikan pemenuhan kebutuhan itu, tentu saja akan diterima dengan senang hati dengan harpan kebutuhan akan ketenangan batin itu terpenuhi secara maksimal tak peduli berapa pun harga yang harus dibayarkan.

Budaya Klenik

Masih ada hubungannya dengan kebutuhan rohani, masyarakat kita masih mewarisi budaya lama dari aliran kepercayaan atau animisme dan dinamisme yang diadopsi oleh agama – agama yang ada sebagai sarana sosialisasi dan penyebaran agama. Konsumsi mengenai permasalahan klenik menjadi sebuah kebutuhan lain / sekunder yang perlu dicari sebagai pembanding jati diri.

Cinta Buta

Bukan bermaksud untuk mengangkat masalah pribadi yang memiliki jumlah pasangan yang fenomenal, namun saya ingin mengkritisi masalah keteguhan hati dalam memegang suatu opini seseorang yang dianggap mengerti, dalam hal ini guru spiritual, tanpa mencari opini kedua.

Dalam hal ini saya akan menggunakan logika dokter yang mengobati pasien. Pada beberapa kesempatan pasien diberikan hak untuk mencari opini kedua mengenai sakit yang diderita karena satu dan lain hal sebelum eksekusi penyelesaian penyakit.

Bukankah ini juga berlaku dalam hal ini?

Politik

Seperti kita ketahui, DPR saat ini sedang menggodok RUU mengenai Santet. Bukan hal yang mustahil pula bila permasalahan ini sengaja diangkat untuk semakin memperkuat desakan agar permasalahan mengenai kasus – kasus klenik ini akan diadopsi ke dalam sistem hukum.

Dari keempat hal tersebut silakan Anda telaah sendiri kebenarannya. Saya hanya berpikir lebih gila. Segala hal yang terjadi setelah Anda membaca ini bukan merupakan tanggung jawab saya.

Mungkin Anda memiliki seseorang bijak yang Anda percayai dengan sungguh. Namun apakah Anda tidak ingin mandiri dalam mengambil kebijakan yang menentukan nasib Anda sendiri?

Silakan tentukan sendiri yang menjadi keputusan Anda…

Leave a Reply