Berlalu-lintas dan Integritas

Berlalu-lintas merupakan hal yang biasa dilakukan. Tapi tahukah Anda bahwa dengan melihat cara kita berlalu-lintas di jalanan setiap hari dapat melihat integritas kita? Lalu apakah yang seringkali terjadi di jalanan?

Tidak Memelihara Jalur

Ini adalah hal yang paling sering terjadi. Memiliki ‘tunggangan’ yang bisa ngebut bukan tiket untuk mendapatkan hak berpindah jalur seenaknya. Bahkan menurut beberapa sumber, yang tidak akan saya sebutkan di sini, sumber utama kecelakaan dan kemacetan, terutama di Jakarta adalah karena banyak orang tidak bisa memelihara jalur.

Tidak Memperhatikan Anjuran Kecepatan

Permasalahan kedua adalah anjuran kecepatan. Dalam setiap jalur pasti ada rambu lalu lintas batas kecepatan batas bawah dan batas atas, misal pada jalan tol batas bawah adalah 60 km per jam dan batas atasnya 80 km per jam, atau pada beberapa titik bisa lebih. Jalan dalam kota pun sebenarnya ada, bahkan untuk Jakarta kabarnya akan dilakukan penertiban terutama yang melanggar batas atas. Namun selain batas atas ini terkadang ditemui beberapa yang tidak memeperhatikan batas bawah dan menggunakan jalur yang tidak semestinya sehingga menghambat laju.

Patuh Rambu Bila Ada Petugas

Permasalahan ketiga ini adalah yang paling umum. Rambu yang paling sering di langgar adalah di sekitar ‘bangjo’ atau lampu pengatur lalu lintas. Tetap menerobos meski lampu masih menyala merah di jalurnya, berhenti setelah garis stop, menggunakan jalur lain, dan bahkan berhenti padahal rambu memperbolehkan untuk langsung. Namun bila ada petugas, tingkah tersebut akan menurun drastis.

Cukup? Saya rasa beberapa hal ini bisa dijadikan contoh. Silakan introspeksi diri saja.

Integritas

Lalu apa hubungannya semuanya itu dengan integritas? Mari kita coba telaah dengan logika gila.

Apakah Anda adalah seorang yang suka mengejar sesuatu dan akan melakukan segala cara untuk mendapatkannya? Apakah Anda sering berpindah pekerjaan? Ingin selalu jadi yang terdepan? Coba perhatikan jalur Anda saat di jalan.

Apakah Anda punya mobil keren? Pernah melihat rambu batas kecepatan? Sebaiknya Anda mulai memperhatikan sekitar.

Sering membuat alasan pada Bos atas kesalahan yang dilakukan? Sering kabur saat bos nggak ada? Coba saja Anda perhatikan lampu lalu lintas dan perhatikan garis stop. Dan coba nikmati sensasinya.

Sepenting apakah berlalu lintas itu bisa dilihat pada lembaga sekelas KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) terdapat etika akan menghukum disiplin pegawainya yang mendapat surat tilang. Prinsip yang perlu ditekankan adalah adanya sikap permisif dari dalam diri masing-masing mengenai pelanggaran yang dilakukan. Bagaimana dapat menjaga integritas bila masih ada sikap permisif terhadap pelanggaran.

Jadi masih mau seenaknya sendiri di jalanan? Atau malah lebih gila lagi?

Leave a Reply