Jempol Sakti Demi Piti

Semakin masifnya pemberitaan media daring membuat semakin bingung bagi saya. Logika saya semakin diasah, dan semakin menggila. Bagaimana tidak, saya harus makin jeli membaca judul yang membuat penasaran dan isi yang tidak sejalan dengan judul.

Jempol Sakti

Semua dimulai dengan perkembangan media sosial dan sosial media. Tempat membangun jejaring yang luas tanpa batas ruang dan waktu dalam wadah daring. Semua bisa mengungkap rasa dan karsa tanpa batas.

Entah media sosial yang mana yang memulai, tanda atau simbol pun digunakan sebagai ungkapan terhadap apa yang dibagikan oleh orang lain. Berawal dari beragam ekspresi wajah, hingga kode lain termasuk jempol.

Dan, simbol dan tanda ini pun menyebar dengan cepatnya dan masuk dalam semua platform sosial daring.

Pengukuran

Dalam berbagai bidang keilmuan, ukuran dalam sebuah kesimpulan dapat diterima bergantung dari hasil analisis yang menunjukkan tidak adanya bias dan dapat diterimanya hipotesis.  Ada aturan baku mengenai ukuran bias dan hipotesis yang bisa diterima ini.

Dalam dunia daring, pengukuran yang bisa diterima oleh para netter sangat luas, salah satunya adalah banyak dirujuk oleh netter lain. Lebih sering dilihat, lebih banyak yang subscribe lebih banyak di-like atau jempol, dan lain-lain.

Algoritma Pengukuran

Untuk masalah ini tentunya Google dan Facebook jadi pionir dalam pengembangannya, beberapa diantaranya menggawangi dikembangkannya mesin pencari, pusat pemasaran daring dan pusat periklanan.

Mesin pencari melakukan analisis mengenai tautan dari laman atau situs web yang menjadi rujukan atas kata kunci yang diberikan oleh pengguna. Pengukuran yang dilakukan adalah dengan memberi nilai tertinggi pada laman atau situs web berdasarkan banyaknya rujukan dan banyaknya kunjungan.

Pusat pemasaran melakukan analisis mengenai produk yang di jual oleh pelanggan yang meminta bantuan. Mengumpulkan data, menghitung market-share, dan utamanya memperkirakan porsi market-share sehingga bisa dihitung potensi penjualannya. Salah satu caranya dengan metodologi survey.

Pusat periklanan melakukan pengumpulan data mengenai tingkat keberhasilan kampanye penjualan, tentunya dengan lakunya barang. Banyak platform dengan berbagai macam intrik di sini.

Informasi ini cuman selingan biar agak sedikit lebih dipercaya saja. Aslinya mah tetep gila.

Pelaku Bisnis Jempol

Saat ini sudah banyak orang dan industri mulai membangun brand atau image mengenai diri dan produk yang mereka jual. Dunia daring ini memfasilitasi mereka untuk dapat dengan mudahnya melakukan kampanye dan menjual hasilnya. Mereka nebeng semua metode pengukuran yang ada untuk menjadi yang terdepan dan mengalahkan pesaingnya. Yang terkenal ya SEO untuk situs web.

Paling mudah memang membuat sebuah konten, namun membuat jadi halaman pertama dalam situs pencarian harus mempunyai sesuatu yang spesifik. Atau bila ingin menjadi seleb-twit, bisa menggunakan cara fjkhz yang dulu pernah dibahas.

Inti dari semuanya adalah menjadi rujukan atau guru spiritual  macam Eyang Subur di dunia daring. Dan ini memiliki efek positif dan efek negatif.

Efek Pelaku Bisnis

Duit lah. Apa lagi?

Tingkat kepercayaan, indeks bla-bla-bla itu cuman kedok. Yang penting ya piti.

Efek Konsumen

Sering tertipu. Bila tidak jeli. Contohnya banyak.

Menampik Bingung

Bisnis jempol ini memang sangat penuh intrik. Dan bila memang serius ingin menekuni, silakan. Kalimat pembuka saya yang menyatakan saya bingung hanya untuk memancing saja. Hasilnya, tergantung rejeki masing-masing.

Cara halal dan haram silakan dipilih. Macam siapa gitu dulu pernah bagi-bagi sembako, itu sah-sah saja karena dengan begitu dapat dilihat bahwa sembako adalah hal yang penting dan mengundang. Dunia luring dan daring ini mirip kog, ya jalani hidup sajalah.

Menjalani hidup itu kan sama saja kayak naik motor di jalan. Ada rambu, ada marka, kalo dilanggar ya kena sanksi, kalo ketahuan.

Buat saya, ya itu, jalanin hidup saja. Nulis panjang-panjang gini buat nge-bangun brand meskipun belum ada hasilnya. Yang penting logika gila saya mencuat. Haha.

Leave a Reply