Melazimkan Bayu

Pilihan kata adalah cerminan pribadi. Konon begitu katanya.

Kali ini coba menuliskan pendapat mengenai penggunaan kembali kata-kata yang tidak biasa atau tidak lazim. Sebagai contoh penggunaan kata “bayu”.

Lazim

Yang dimaksud dengan lazim adalah penggunaan yang sudah dibiasakan atau bukan merupakan bentuk yang dibuat-buat. Dalam kalimat, pilihan kata yang lazim sebagai penyusun dapat menghindarkan pendengar/pembaca dari perasaan janggal terhadap kata yang diucapkan/dituliskan oleh pembicara/penulis.

Anda tak ingin didengar sebagai orang yang “janggal”, ‘kan? Continue reading “Melazimkan Bayu”

Pembantu, Pendidikan dan Gengsi

Beberapa hari yang lalu saat disela bekerja rekan saya sempat bercerita tentang betapa susahnya dia mencari seorang pembantu alias PRT alias pramuwisma alias ART (asisten rumah tangga). Sampai dengan saat ini dia belum mendapatkan satu pun yang mau.

Saya sendiri pernah hendak mencari namun saya urungkan setelah mendengar dan melihat kesulitan dan fenomena yang terjadi serta beberapa pertimbangan lainnya.

Dari pembicaraan itu saya mencoba berpikir sedikit lebih gila tentang apa yang sebenarnya sedang terjadi. Ada beberapa masalah yang terjadi di sini : Continue reading “Pembantu, Pendidikan dan Gengsi”