Jalur Cepat atau Lambat?

Pagi ini, saat berkendara saya menyusuri jalur lambat dan berfikir, mengapa jalur ini harus ada bila jalur cepat pun menuju arah yang sama? Apakah tidak membuang dana, waktu dan tenaga membuat pembatas untuk memisahkannya?

Prioritas

Pada peruntukannya, jalur cepat diperuntukkan bagi pengemudi kendaraan beroda 4 (empat) atau lebih yang bukan merupakan kendaraan transportasi umum massal. Tentunya, kendaraan selain itu wajib menggunakan jalur lambat. Mengapa demikian?

Kendaraan Umum Massal

Kendaraan umum massal semacam Bus dan Kopaja memiliki halte atau posisi perhentian tertentu. Posisi halte di Indonesia sesuai standar jalan yang dianut yaitu berjalan di jalur kiri membuat setiap perhentian juga berada di sebelah kiri dan tentunya. Jalur kiri adalah jalur lambat, tentunya akan lebih baik bila kendaraan sejenis ini tetap di kiri karena akan berhenti di setiap perhentian.

Kendaraan umum massal ini tidak termasuk yang sudah ditetapkan mendapat jalur khusus semacam Transjakarta dan MRT/LRT nantinya.

Kendaraan Roda Dua

Kendaraan roda dua memiliki sistem keamanan yang kurang dibandingkan bila dengan kendaraan roda empat mengingat tidak adanya pelindung apa pun selain helm. Mengingat hal tersebut harusnya kecepatan laju kendaraan roda dua dibatasi. Dalam hal ini kendaraan roda dua wajib melalui jalur lambat.

Bagaimana dengan motor sport? Intinya sih ini jalanan umum, bukan arena balap.

Pemisah Jalur

Jalur lambar dan jalur cepat dipisahkan oleh batas pemisah. Ada dua jenis batas pemisah, yaitu pemisah fisik berupa batas misalnya beton dan marka jalan.

Jangan lupa, marka jalan ini adalah pemisah jalur yang harus diperhatikan ketika berkendara.

Jadi, Jalur Cepat atau Lambat?

Satu. Catatan saya mengenai berlalu lintas sudah pernah saya utarakan, yaitu cara berkendara Anda menunjukkan integritas Anda. Jangan sampai Anda juga memilih jalur yang seharusnya tidak Anda masuki.

Dua. Jalur cepat atau jalur lambat ini bukan pilihan melainkan aturan yang harus diikuti. Salah mengambil jalur merupakan pelanggaran terhadap peraturan lalu lintas.

Tiga. Bila Anda masih salah mengambil jalur, jangan laporkan saya. Saya sudah mengingatkan Anda.

Empat. Ini cuma Logika Gila saya. Diikuti atau tidak itu terserah Anda, saya tidak bertanggung jawab atas hal-hal yang Anda lakukan setelah membaca ini.

Lima. Semoga saja semua hal yang baik terjadi setelah ini.

Leave a Reply