Pandemi, Hari Raya dan Budaya Baru

Sudah setahun lebih dari tulisan saya terakhir, buah pikir logika gila saya tidak tertuang satu pun lewat tulisan, pun dalam beberapa bulan dirumahkan. Mungkin memang belum waktunya berbuah, kurang asupan nutrisi perangsang buah alias kurang piknik.

Kurang piknik dan utamanya terkena dampak pandemi membuat beban psikologis yang tidak mampu dihindari. Meskipun tidak sampai terkena dampak pemutusan hubungan kerja, namun secara alam bawah sadar ketakutan dan kebimbangan mengenai masa depan tetap menghantui.

Bencana Internasional: Pandemi Covid-19

Dari definisi, pandemi adalah penyakit yang menyebar secara global meliputi area geografis yang luas, melewati batas negara bahkan benua. Tidak ada sangkut paut mengenai tingkat keparahan penyakit dalam penyebarannya, namun lebih terpaut pada wilayah penyebaran.

Continue reading “Pandemi, Hari Raya dan Budaya Baru”

Jalur Cepat atau Lambat?

Pagi ini, saat berkendara saya menyusuri jalur lambat dan berfikir, mengapa jalur ini harus ada bila jalur cepat pun menuju arah yang sama? Apakah tidak membuang dana, waktu dan tenaga membuat pembatas untuk memisahkannya?

Prioritas

Pada peruntukannya, jalur cepat diperuntukkan bagi pengemudi kendaraan beroda 4 (empat) atau lebih yang bukan merupakan kendaraan transportasi umum massal. Tentunya, kendaraan selain itu wajib menggunakan jalur lambat. Mengapa demikian? Continue reading “Jalur Cepat atau Lambat?”

Berlalu-lintas dan Integritas

Berlalu-lintas merupakan hal yang biasa dilakukan. Tapi tahukah Anda bahwa dengan melihat cara kita berlalu-lintas di jalanan setiap hari dapat melihat integritas kita? Lalu apakah yang seringkali terjadi di jalanan?

Tidak Memelihara Jalur

Ini adalah hal yang paling sering terjadi. Memiliki ‘tunggangan’ yang bisa ngebut bukan tiket untuk mendapatkan hak berpindah jalur seenaknya. Continue reading “Berlalu-lintas dan Integritas”