Reputasi Tak Seindah Etika Profesi

Semua yang mengawali membangun profesi pasti berpikir untuk profesional. Profesional itu semacam semua hal yang baik dan lurus yang bisa disebut reputasi. Dokumentasi sebagai kodifikasi reputasi itu tertuang dalam etika profesi yang bersama-sama dibangun bersama rekan seprofesi. Jadi, etika profesi itu layaknya kode, perlu dirumuskan dan ditulis.

Etika profesi itu indah tertulis. Rumus baku yang tertuliskan layaknya prosedur baku sebuah program yang berjalan dalam mesin kehidupan. Kehidupan yang penuh intrik dalam mempertahankan kebutuhan dan kepentingan, bukan lagi yang membuat bisa bertahan hidup dan mempertahankan kehidupan.

Makhluk Sosial yang Disebut Manusia

Manusia adalah makhluk sosial yang selalu memerlukan bantuan orang lain. Continue reading “Reputasi Tak Seindah Etika Profesi”

Melazimkan Bayu

Pilihan kata adalah cerminan pribadi. Konon begitu katanya.

Kali ini coba menuliskan pendapat mengenai penggunaan kembali kata-kata yang tidak biasa atau tidak lazim. Sebagai contoh penggunaan kata “bayu”.

Lazim

Yang dimaksud dengan lazim adalah penggunaan yang sudah dibiasakan atau bukan merupakan bentuk yang dibuat-buat. Dalam kalimat, pilihan kata yang lazim sebagai penyusun dapat menghindarkan pendengar/pembaca dari perasaan janggal terhadap kata yang diucapkan/dituliskan oleh pembicara/penulis.

Anda tak ingin didengar sebagai orang yang “janggal”, ‘kan? Continue reading “Melazimkan Bayu”