Pandemi, Hari Raya dan Budaya Baru

Sudah setahun lebih dari tulisan saya terakhir, buah pikir logika gila saya tidak tertuang satu pun lewat tulisan, pun dalam beberapa bulan dirumahkan. Mungkin memang belum waktunya berbuah, kurang asupan nutrisi perangsang buah alias kurang piknik.

Kurang piknik dan utamanya terkena dampak pandemi membuat beban psikologis yang tidak mampu dihindari. Meskipun tidak sampai terkena dampak pemutusan hubungan kerja, namun secara alam bawah sadar ketakutan dan kebimbangan mengenai masa depan tetap menghantui.

Bencana Internasional: Pandemi Covid-19

Dari definisi, pandemi adalah penyakit yang menyebar secara global meliputi area geografis yang luas, melewati batas negara bahkan benua. Tidak ada sangkut paut mengenai tingkat keparahan penyakit dalam penyebarannya, namun lebih terpaut pada wilayah penyebaran.

Continue reading “Pandemi, Hari Raya dan Budaya Baru”

Sosialisasi ala Sumbu Pendek

Halo, lama tak bergila-gilaan. Lama tak menulis di sini membuat pikiran saya kembali sedikit waras. Semoga saja dengan kembali menulis kegilaan saya kembali lagi. Selamat menikmati lagi Logika Gila. Dan mari kita membahas yang lagi hits, yaitu sumbu pendek.

Eh, tentunya Anda sudah tahu kan mengenai sumbu pendek ini? Bila belom silakan terlebih dahulu googling mengenai sumbu pendek ini.

Sudah tahu? Anda mencibir mereka? Ingin mereka hilang dari muka bumi? Continue reading “Sosialisasi ala Sumbu Pendek”

Gebyar dan Budaya Tahun Baru

Malam pergantian tahun telah tiba. Di sana sini panggung meneriakkan alunan lagu. Jalanan di blokir. Kembang api pecah dimana-mana. Apakah harus begini?

Beberapa saat yang lalu di Serambi Mekkah difatwakan pelarangan perayaan tahun baru karena bertolak belakang dengan kebudayaan, namun itu tak terjadi di Ibukota. Tenda dan panggung berjajar di sepanjang jalan Sudirman-Thamrin dipersiapkan oleh Pemda DKI dalam rangka menyambut tahun baru dengan mengadakan Jakarta Night Festival. Continue reading “Gebyar dan Budaya Tahun Baru”